Rabu, 15 Juni 2016

Syaitan adalah keturunan Iblis

Para Syaitan adalah keturunan Iblis.”
Dia menyebutkan nama jenis-jenis Syaitan:
1.     Zalnabur, pekerjaannya menggoda di pasar. Panji yang oleh dia dipasang di pasar, dari bumi menjulang kelangit. Panji berguna mempengaruhi kaum, mulai pasar dibuka hingga ditutup.
2.     Tsabar, pekerjaannya menggoda kaum yang terkena musibah. Mereka digoda agar menampar wajah, merobek kerah leher, dan berteriak, ‘Celaka!’. Dan agar menyerang atau berperang.
3.     Al-A’war, tempat kerjanya di pintu rumah pezina.
4.     Musawwath, adalah wartawan bohong. Warta yang dibawa diletakkan pada mulut-mulut kaum. Kalau berita tersebut ditelusuri, tidak ada sumbernya yang akurat.
5.     Dasim. Kalau seorang masuk rumah, tidak membaca Salam, dan tidak menyebut Allah, Dasim bisa melihat perkakas di dalam rumah tersebut, dan melihat perkakas yang tidak dirapikan. Dia juga makan makanan di dalam rumah, yang tidak dibacakan‘bismillah’. Al-A’masy berkata ‘Terkadang saya masuk rumah, tidak menyebut Allah, dan tidak membaca Salam. Namun tempat cuci tangan telah tersedia. Sontak saya menegur ‘singkirkan dulu ini!’ dan mereka saya nasehati. Saya berkata ‘Dasim! Dasim! Saya berlindung pada Allah dari dia’. Atssa’labi dan lainnya menambahkan keterangan:
6.     Al-Abyadh, pekerjaanya menggoda para nabi AS.
7.     Shakhr, yang telah merebut cincin Sulaiman AS.
8.     Al-Walahan, penggoda orang bersuci. Pekerjaannya menggoda agar ragu-ragu mengenai kesucian.
9.     Al-Aqyas, penggoda shalat. Pekerjaannya menggoda agar orang ragu-ragu di dalam shalat.
10.   Murrah, pekerjaannya meniup seruling (musik). Makanya dia di sebut ‘Ahli Seruling’.
11.   Al-Haffaf, tempat kerjanya di hutan. Membuat kaum sesat dan ‘bingung’.
12.   Al-Ghailan (Gendruwo atau Leak).”

Dalam kitab Allu’lu’iyyaat (اللؤلئيات), Abu Muthi Makhul bin Al-Fadhl, menyampaikan penjelasan Mujahid:
1.     Al-Haffaf, pekerjannya menggoda orang minum.
2.     Laqus, pekerjannya mengadu kaum.
3.     Al-A’war, tempat kerjanya di pintu-pintu gerabang penguasa.”

Addarani berkata, ‘Syaitan anak Iblis, ada yang bernama Al-Mutaqadha. Pekerjaannya menghukumi manusia (mendampingi Hakim). Lalu memberitakan amalan baik yang telah dirahasiakan selama 20 tahun. Agar disiarkan pada kaum.”
Ibnu ‘Athiyah berkata, “Riwayat ini dan yang sejenisnya, tidak memiliki isnad shahih. Sungguh Annaqash juga telah menjelaskan panjang lebar mengenai ini. Dia juga menunjukkan sejumlah hikayat, yang jauh dari shahih. Tidak ada riwayat shahih dalam kisah ini, kecuali yang merujuk Hadits Muslim:
‘Sungguh ada syaitan penggoda, yang merusak kekhusukan shalat ini. Bernama Khanza

Selasa, 24 November 2015

Syiah dan Iran



Iran adalah salah satu negara Syiah terbesar di dunia. Iran terkenal dengan sejarahnya yaitu ‘Revolusi (Islam) Iran’ yang dipimpin oleh Ayatullah Khomeini, seorang pemimpin besar Syiah. Namun, pernahkah kita bertanya, “Mengapa Syiah itu berpusat di Iran dan tidak di negara lain?”
Iran merupakan negara yang dahulunya dikenali dengan nama Parsi. Parsi merupakan sebuah kerajaan yang besar dimana mayoritas penduduknya menganut agama Majusi (penyembah api, atau lebih dikenal sebagai Zoroasterisme). Kehidupan mereka mewah dengan harta benda, kerana memang kota-kota di Parsi indah dan subur, serta peradabannya cukup maju pada masa itu.
Pada abad ke-7 Masehi, ketika cahaya Islam baru saja menjadi satu kekuatan besar dalam percaturan kekuasaan di dunia, Islam tampil sebagai ‘rising star’ di bawah pimpinan Umar Al-Khattab. Ketika itu, Umar mengembangkan wilayah Islam hingga ke Parsi, dimana pada ketika itu Parsi bernama Sassania. Pertempuran tentara Islam melawan tentara Parsi yang dikenal dengan nama peperangan Qadisiyah, di antaranya Saad bin Abi Waqqash melawan panglima Parsi, Rustum. Parsi akhirnya kalah. Peperangan demi peperangan melemahkan lagi kerajaan Parsi sekaligus menenggelamkan Kaisar Parsi ke ambang kehancuran. Akhirnya kerajaam Parsi benar-benar runtuh dalam Perang Madain pada tahun 651 Masehi.
Pada ketika itu, banyak kaum Majusi yang berpura-pura memeluk agama Islam. Niat mereka hanyalah satu : untuk menghancurkan Islam dari dalam. Mereka menyusun rencana demi meruntuhkan kekuasaan kaum muslimin dengan cara menyelewengkan ajaran Islam dengan mencampuradukkan aqidah Majusi dan Yahudi.
Dan di antara rencana itu adalah dengan pembunuhan Umar Al-Khattab, Khalifah Islam yang telah meruntuhkan kerajaan Majusi Kaisar Parsi. Itulah mengapa Syiah benar-benar benci kepada Umar Al-Khattab. Kebencian yang amat sangat itu bisa dilihat dengan pengagungan Abu Lu’luah (pembunuh Khalifah Umar) dengan gelar ‘Bapak Pembela Agama’
Sementara salah seorang puteri kaisar terakhir mereka, yaitu Yazdegerd III telah menjadi tawanan kaum Muslimin sejurus setelah kejatuhan Kaisar Parsi. Puteri Kaisar itu akhirnya dinikahkan dengan Hussein bin Ali bin Abi Thalib. Maka, karena ini jugalah mereka begitu fanatik dan cenderung ‘mendewakan’ Hussein bin Ali. Hussein memiliki keturunan dari puteri Sassania yang mereka anggap sebagai keramat.
Di sini terjawablah sudah mengapa Syiah berpusat di Iran. Syiah adalah agama yang ‘dilahirkan’ untuk membalas dendam kekalahan Kaisar Parsi terhadap Islam. Syiah adalah simbol hasad dan kemarahan kaum Parsi kepada bangsa Arab umumnya dan kaum Muslimin khususnya. [Sumber: Hazis]