Dia menyebutkan nama jenis-jenis Syaitan:
1.
Zalnabur, pekerjaannya menggoda di pasar.
Panji yang oleh dia dipasang di pasar, dari bumi menjulang kelangit. Panji
berguna mempengaruhi kaum, mulai pasar dibuka hingga ditutup.
2.
Tsabar, pekerjaannya menggoda kaum yang terkena musibah. Mereka digoda agar menampar wajah, merobek kerah leher, dan
berteriak, ‘Celaka!’. Dan agar menyerang atau berperang.
3.
Al-A’war, tempat kerjanya di pintu rumah
pezina.
4.
Musawwath, adalah wartawan bohong. Warta yang dibawa
diletakkan pada mulut-mulut kaum. Kalau berita tersebut ditelusuri, tidak ada
sumbernya yang akurat.
5.
Dasim. Kalau seorang masuk rumah, tidak
membaca Salam, dan tidak menyebut Allah, Dasim bisa melihat perkakas di dalam
rumah tersebut, dan melihat perkakas yang tidak dirapikan. Dia juga makan
makanan di dalam rumah, yang tidak dibacakan‘bismillah’. Al-A’masy
berkata ‘Terkadang saya masuk rumah, tidak menyebut Allah, dan tidak membaca
Salam. Namun tempat cuci tangan telah tersedia. Sontak saya menegur ‘singkirkan
dulu ini!’ dan mereka saya nasehati. Saya berkata ‘Dasim! Dasim! Saya berlindung
pada Allah dari dia’. Atssa’labi dan lainnya menambahkan keterangan:
6.
Al-Abyadh, pekerjaanya menggoda para nabi AS.
7.
Shakhr, yang telah merebut cincin Sulaiman AS.
8.
Al-Walahan, penggoda orang bersuci.
Pekerjaannya menggoda agar ragu-ragu mengenai kesucian.
9.
Al-Aqyas, penggoda shalat. Pekerjaannya
menggoda agar orang ragu-ragu di dalam shalat.
10.
Murrah, pekerjaannya meniup seruling (musik).
Makanya dia di sebut ‘Ahli Seruling’.
11.
Al-Haffaf, tempat kerjanya di hutan. Membuat kaum sesat dan ‘bingung’.
12.
Al-Ghailan (Gendruwo atau Leak).”
Dalam kitab Allu’lu’iyyaat (اللؤلئيات), Abu Muthi Makhul
bin Al-Fadhl, menyampaikan penjelasan Mujahid:
1.
“Al-Haffaf, pekerjannya menggoda orang
minum.
2.
Laqus, pekerjannya mengadu kaum.
3.
Al-A’war, tempat kerjanya di pintu-pintu gerabang
penguasa.”
Addarani berkata, ‘Syaitan anak Iblis, ada yang bernama Al-Mutaqadha.
Pekerjaannya menghukumi manusia (mendampingi Hakim). Lalu memberitakan amalan baik yang telah
dirahasiakan selama 20 tahun. Agar disiarkan pada kaum.”
Ibnu ‘Athiyah berkata, “Riwayat ini dan yang sejenisnya, tidak
memiliki isnad shahih. Sungguh Annaqash juga telah menjelaskan panjang
lebar mengenai ini. Dia juga menunjukkan sejumlah hikayat, yang jauh dari
shahih. Tidak ada riwayat shahih dalam kisah ini, kecuali yang merujuk
Hadits Muslim:
‘Sungguh ada syaitan
penggoda, yang merusak kekhusukan shalat ini. Bernama Khanza
